Hadirkan Pangan Berkualitas dengan Harga Terjangkau, Gerakan Pangan Murah Rutin Dinanti Warga Kota Probolinggo Tahun 2026
halloindonesia.co.id
MAYANGAN — 10 September 2026 Sejak pukul 07.00 WIB, warga telah berdatangan dan memadati lokasi Kios Kopi Siaga di Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo, Kamis (10/9/2026). Kegiatan rutin Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, guna menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga pangan di tengah masyarakat.
Beragam kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, antara lain: beras SPHP kemasan 5 kg seharga Rp57.000 per karung, minyak goreng Minyakita Rp15.500 per liter, telur ayam Rp24.000 per kilogram, gula pasir kemasan Rp17.000 per kilogram, bawang merah Rp15.000 per kilogram, dan bawang putih Rp12.000 per kilogram.
Selain kebutuhan pokok, warga juga dapat memperoleh aneka hasil pertanian dan perikanan lokal, seperti terong Rp3.000 per kemasan, cabai rawit Rp6.000 per kemasan, telur puyuh 250 gram Rp8.000, serta beragam bumbu dapur siap pakai. Tak hanya itu, berbagai produk olahan warga juga turut ditawarkan, mulai dari lemper, empek-empek, sempol, mi goreng, hingga minuman tradisional seperti sinom dan susu kedelai.
Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Budiono Wirawan, yang hadir didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso serta Inspektur Puji Prastowo, menyampaikan bahwa GPM merupakan program unggulan yang dilakukan secara rutin setiap pekan. Kegiatan ini bertujuan ganda: menjaga kestabilan harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
"GPM ini merupakan inisiatif dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, dilaksanakan rutin setiap minggu. Tujuannya jelas: menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan pangan terjangkau dapat diakses oleh masyarakat," ujar Budiono.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa antusiasme warga yang tinggi membuktikan kehadiran program ini sangat dirasakan manfaatnya. "Meskipun selisih harganya tidak terlalu besar, warga tetap berduyun-duyun datang. Ini menunjukkan bahwa kehadiran harga yang lebih terjangkau sangat membantu masyarakat, sekecil apa pun selisihnya," tambahnya.
Sementara itu, Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa jenis komoditas yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Selain menyediakan kebutuhan pokok, GPM juga dirancang untuk mendukung pemasaran produk unggulan lokal.
"Komoditas yang kami sediakan selalu disesuaikan dengan apa yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini. Kehadiran produk pertanian dan perikanan lokal juga menjadi ruang pemasaran sekaligus dukungan bagi para petani dan pelaku usaha di Kota Probolinggo," ungkap Fitriawati.
Salah seorang warga dari kelurahan Wiroborang, Ike Herawati, mengaku rutin memanfaatkan kehadiran GPM. Pada kesempatan kali ini, ia membeli dua karung beras dan dua liter minyak goreng. "Harganya jelas lebih murah dibandingkan di pasar. Alhamdulillah, sangat membantu kebutuhan rumah tangga kami. Semoga kegiatan ini terus berjalan rutin, karena sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat," harapnya.
Penulis : Pimred
Editor : Tim Hallo Indonesia info


Posting Komentar