Simbol Kebersamaan, Bupati Malang Resmikan Gapura Perbatasan Desa Kromengan yang Dibangun Secara Swadaya Masyarakat Tahun 2026
halloIndonesia.co.id
KROMENGAN,- Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., meresmikan Gapura Desa Kromengan yang sekaligus berfungsi sebagai penanda batas wilayah antara Desa Kromengan dan Desa Ngadirejo, pada Jumat (11/9/2026). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti, serta pemotongan tumpeng bersama Kepala Desa Kromengan dan jajaran Forkopimcam.
Gapura yang berdiri megah ini dibangun sepenuhnya secara swadaya oleh masyarakat dengan nilai pembangunan mencapai Rp200 juta dan diselesaikan dalam waktu kurang lebih dua bulan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Desa Kromengan serta semua pihak yang telah berinisiatif dan bergotong royong mewujudkan pembangunan ini. Maknanya jauh lebih besar daripada sekadar bangunan fisik," tegas Bupati Malang.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa selain berfungsi sebagai penanda wilayah dan identitas desa, keberadaan gapura ini juga menjadi simbol tertib administrasi dan kejelasan batas antarwilayah. Namun yang paling berharga, pembangunan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong tetap hidup kuat di tengah masyarakat.
"Inilah kekuatan sesungguhnya dari sebuah desa — ketika masyarakatnya memiliki kepedulian, rasa memiliki, dan kemauan untuk membangun bersama. Batas wilayah boleh berbeda, tetapi persaudaraan dan semangat membangun tidak boleh terpisah. Keberadaan tugu ini justru harus menjadi simbol hubungan harmonis antara Desa Kromengan dan Desa Ngadirejo," ujarnya.
Bupati berharap keberadaan gapura ini tidak hanya memberikan kepastian batas wilayah dan mendukung tertib administrasi, tetapi juga memperkuat rasa aman, nyaman, dan kerukunan masyarakat kedua desa.
"Pembangunan Kabupaten Malang dimulai dari desa. Desa yang tertata, masyarakat yang guyub rukun, dan pemerintahan yang baik adalah fondasi kemajuan kita bersama. Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga dan tidak berhenti di sini saja," pesannya.
"Teruslah berinovasi, menjaga kerukunan, dan bergandengan tangan membangun masa depan desa yang lebih baik. Jadikan gapura ini bukan sekadar penanda batas, melainkan lambang eratnya persaudaraan kita," pungkas Bupati Sanusi.
Penulis : Pimred
Editor : Tim HalloIndonesia info


Posting Komentar