Festival Layang-Layang di Pantai Sejarah, Bupati Batu Bara Rawat Tradisi dan Perkenalkan Potensi Wisata
Festival Layang-Layang di Pantai Sejarah, Bupati Batu Bara Rawat Tradisi dan Perkenalkan Potensi Wisata
BATU BARA | — Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, permainan tradisional tetap memiliki ruang untuk menyatukan masyarakat. Nilai tersebut tercermin dalam Festival Layang-Layang Piala Bupati Batu Bara yang digelar di Pantai Sejarah, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Sabtu (10/10/2026).
Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., secara resmi membuka festival sekaligus menghadiri pelantikan Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (PELANGI) Kabupaten Batu Bara.
Mengusung tema “Terbangkan Kreativitas, Satukan Kebahagiaan”, festival ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Batu Bara kepada masyarakat luas.
Tradisi yang Tidak Seharusnya Hilang Ditelan Zaman
Layang-layang bukan sekadar permainan yang mengandalkan arah angin dan keterampilan menerbangkannya. Di balik bentuk dan warna yang menghiasi langit, terdapat kreativitas, ketekunan, serta pengalaman sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Permainan tradisional juga memiliki nilai kebersamaan. Anak-anak, orang dewasa, komunitas, dan masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam satu kegiatan tanpa harus dibatasi oleh perbedaan.
Festival menjadi salah satu cara untuk memberikan ruang bagi tradisi agar tetap dikenal dan berkembang di tengah perubahan gaya hidup masyarakat.
Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan Festival Layang-Layang di Batu Bara tidak hanya berkaitan dengan perlombaan, tetapi juga upaya memperkenalkan kembali olahraga rekreasi yang memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat.
Dukungan Pemerintah dan Komunitas
Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin Siagian menyampaikan apresiasi kepada Ketua PELANGI Sumatera Utara, Gita Nurgaya Br. Tarigan, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumatera Utara, Dr. Ramadhan Ginting, serta Ketua KORMI Kabupaten Batu Bara atas dukungan dan partisipasi dalam kegiatan tersebut.
Bupati juga turut menerbangkan layang-layang bersama peserta festival sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian olahraga tradisional.
Keterlibatan pemerintah dan komunitas menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan. Sebab, sebuah tradisi akan tetap hidup apabila masyarakat memiliki kesempatan untuk mempraktikkan, mengembangkan, dan mewariskannya.
Pelantikan PELANGI Kabupaten Batu Bara juga menjadi momentum bagi komunitas pelayang untuk memperkuat organisasi dan memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi.
Menjaga Tradisi, Membuka Peluang Masa Depan
Festival ini juga membawa perhatian kepada Pantai Sejarah sebagai salah satu kawasan wisata di Kabupaten Batu Bara.
Kegiatan berbasis komunitas berpotensi memperkenalkan destinasi wisata melalui pengalaman langsung. Namun, keberlanjutan manfaatnya membutuhkan pengelolaan yang konsisten, promosi yang tepat, kebersihan lingkungan, serta dukungan terhadap masyarakat di sekitar kawasan.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara berharap festival tersebut dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi, memperkuat kebersamaan, dan mempromosikan potensi wisata daerah.
Pada akhirnya, melestarikan tradisi bukan berarti menolak perubahan. Sebaliknya, tradisi dapat menjadi pijakan untuk menghadapi masa depan dengan tetap mengenali nilai-nilai yang membentuk kehidupan masyarakat.
Dari Pantai Sejarah, layang-layang mengajarkan bahwa sesuatu yang sederhana dapat memiliki makna luas ketika diterbangkan oleh kreativitas dan dijaga melalui kebersamaan.

Posting Komentar