Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau KDKMP di Bumi Sari Natar, Tegaskan Koperasi Milik Desa
Lampung Selatan – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, meninjau operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Bumi Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (15/10/2026) pagi. Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa KDKMP merupakan milik desa yang harus dikelola dan diawasi secara profesional untuk memperkuat perekonomian masyarakat.
Kunjungan kerja yang berlangsung mulai pukul 07.20 WIB itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memantau pelaksanaan program KDKMP sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Kegiatan tersebut dihadiri Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah, S.H., M.I.P., Danramil 421-06/Natar Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo, Camat Natar Eko Irawan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta sejumlah pejabat terkait, termasuk unsur kepolisian, kejaksaan, Ketua DPRD Lampung Selatan, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), dan sekitar 50 manajer KDKMP dari Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran.
Dalam dialog bersama pengelola koperasi, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program KDKMP. Ia menegaskan bahwa koperasi tersebut bukan milik presiden ataupun menteri, melainkan milik desa yang harus dikelola untuk kepentingan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan koperasi harus dilakukan secara profesional oleh manajer yang bertanggung jawab, disertai pengawasan yang baik agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Koperasi ini bukan hanya kegiatan jual beli, tetapi juga menjadi infrastruktur ekonomi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah,” demikian penekanan Zulhas dalam dialog tersebut.
Ia menjelaskan, keberadaan KDKMP diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi, termasuk permodalan bagi petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan akses pembiayaan yang lebih terjangkau, koperasi diharapkan mampu mendorong kegiatan usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Selain itu, KDKMP secara bertahap diarahkan untuk membantu penyediaan kebutuhan pokok masyarakat, termasuk beras dan pupuk bersubsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, koperasi diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Zulhas juga menekankan pentingnya peran KDKMP sebagai offtaker atau penyerap hasil pertanian. Melalui mekanisme penyerapan dan kerja sama dengan pihak terkait, termasuk Perum Bulog, hasil panen petani diharapkan dapat terserap dengan harga yang layak. Langkah ini ditujukan untuk membantu melindungi petani dari praktik penjualan dengan harga rendah kepada tengkulak.
Terkait lokasi pembangunan koperasi yang pada sejumlah wilayah dinilai kurang strategis atau sulit dijangkau, Zulhas menjelaskan bahwa ketersediaan lahan menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan program. Lahan yang siap digunakan dan tidak menimbulkan pertentangan di tengah masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan lokasi pembangunan. Dalam kondisi tertentu, lahan milik TNI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Rangkaian kunjungan di Desa Bumi Sari diawali dengan peninjauan gudang KDKMP sekitar pukul 07.25 WIB, dilanjutkan peninjauan sekaligus transaksi di gerai koperasi pada pukul 07.30 WIB. Selanjutnya, Menko Pangan berdialog dengan pengelola dan para peserta kegiatan untuk membahas pelaksanaan serta pengembangan operasional koperasi.
Pada pukul 08.10 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis beras premium kemasan 10 kilogram melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI kepada lima orang perwakilan penerima, kemudian diakhiri dengan foto bersama.
Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah melalui jajaran Koramil 421-06/Natar turut mendukung kelancaran kegiatan melalui pendampingan dan pengamanan bersama unsur terkait. Kehadiran Babinsa dan jajaran Koramil merupakan bagian dari sinergi TNI dengan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat desa.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 08.40 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Melalui kunjungan tersebut, operasionalisasi KDKMP diharapkan semakin optimal, tidak hanya sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, dukungan bagi petani, serta peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, (Red)

Posting Komentar