Ada Apa SPPG Parungkuda 3 dan Parungkuda 4, Relawan Tidak Mendapatkan Hak Penuh
SUKABUMI, - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parungkuda 3 dan Parungkuda 4 yang berada di Kp. Pasir Baliung Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, menyisakan cerita getir di balik dapur program pemerintah ini. Para pekerja yang disebut relawan harus bekerja keras diduga dengan upah harian kecil tanpa ada slip gaji.
Berdasarkan penelusuran, terdapat dua sistem penggajian di SPPG. Pertama, pekerja yang digaji langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, yaitu Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan bagian Administrasi. Mereka menerima gaji sekitar Rp 6 juta per bulan, lengkap dengan fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Relawan rata-rata bekerja delapan jam sehari selama sekitar 20 hari dalam sebulan, dengan beban kerja mencakup memasak hingga mengantar makanan ke sekolah-sekolah.
Lebih memprihatinkan lagi, para relawan tidak memperoleh slip upah setiap mendapatkan upah per 10 hari. Menurut salah satu narasumber yang menjadi relawan di SPPG Parungkuda 3 enggan disebutkan namanya, menuturkan bahwa selain upah untuk mendapatkan slipnya pun susah.
"Kami mendapatkan upah di kisaran Rp. 110.000, sampai Rp. 120.000, per hari cuman kami kebingungan untuk upah yang benarnya berapa karena tidak mendapatkan slip upah seperti di tempat lain, " ungkapnya.
Hal yang sama di utarakan oleh Bunga (Nama samaran) yang menjadi relawan di SPPG Parungkuda 4 menjelaskan bahwa kejadian yang sama pun dialaminya selain upah untuk mendapatkan slipnya pun susah.
"Ya kami pun kebingungan nya sama, terlebih kalau tidak salah di SPPG 4 tempat kami menjadi relawan belum memiliki kepala chef di bagian masak, " cetusnya.
Sementara itu saat tim mencoba mendapatkan informasi dari kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parungkuda 3 dan Parungkuda 4 melalui pesan whatsapp tidak dapat memberikan jawaban. Hal tersebut menjadi kesulitan terhadap tim dalam mendapatkan informasi.
Tim Redaksi
Posting Komentar