Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 yang di selenggaran di Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi
Sukabumi - Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu FTBI bertujuan untuk mempertahankan budaya bahasa di tengah tantangan yang dihadapi oleh bahasa di seluruh dunia. Kegiatan ini yang diadakan di wilayah Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi di ikuti 37 sekolah.
7 cabang lomba setiap lomba juara 1,2,3,harapan 1,2, dan 3. Jadi tiap mata lomba ada 6 peserta yg juara.
Mereka berpartisipasi dalam berbagai kompetisi kreatif, termasuk7 mata cabang lomba, di antaranya carpon, ngadongeng, borangan (ngabodor sorangan), terus ngawih atau pupuh. persiapan, pelaksanaan, dan penutupan.
Hasil kegiatan menunjukkan FTBI 2026 Wilayah Kecamatan Nagrak berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran interaktif untuk melestarikan bahasa selesai sampai akhir.(01/10/2026)
Festival ini bukan hanya kompetisi, tetapi laboratorium budaya yang mendorong peserta untuk menjadi kreatif dengan menggunakan bahasa daerah mereka. FTBI 2026 yang menunjukkan bahwa strategi edukatif dan partisipatif dapat membantu menjaga bahasa ibu hidup di era modern.
Salah satu sekolah Dasar yang di tanyakan tentang kegiatan ini ibu Listri sebagai perwakilan dari SDN Nyamplung mengatakan kami mengikuti perlombaan perwakilan dari SDN Nyamplung dan alhamdulilah Kekompakan antar teman sejawat,, kerjasama antara kepala skolah, guru,, tendik, orangtua dan masyarakat. Kepala skolah bu Enung S.Pd ,Bu Risma, bu rely, bu Listrianti, bu Wina, Bu mauza juga hadir dalam mendukung kegiatan ini, alhamdulilah anakndidik kami menjadi juara . Ucap Bu Listri
Dan kami berharap untuk kedepan bahwa SDN nyamplung lebih dapat meningkatkan kualitas daalm pelayanan pendidikan untuk para murid sehingga semua murid memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi sesuai dengan bakat & kompetensi nya masing².katanya.
FTBI 2026 ini merupakan puncak dari rangkaian revitalisasi bahasa daerah. Ini adalah bentuk apresiasi kepada semua pihak, khususnya siswa sebagai tunas muda dalam upaya pelestarian bahasa daerah.
Agus hapiturohman,S.pd.
Kopel pasangiri Pupuh FTBI Kec Nagrak wakil PGRI Kec Nagrak saat di mintai keterangan mengatakan bahwa FTBI kecamatan Nagrak kabupaten Sukabumi menghadirkan kompetisi kreatif, termasuk7 mata cabang lomba, di antaranya carpon, ngadongeng, borangan (ngabodor sorangan), terus ngawih atau pupuh.
Alhamdulillah FTBI tingkat Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi tahun 2026 yang diselenggarakan di SD Negeri 3 Nagrak berlokasi berjalan dengan lanca dan sangat berterima kasih kepada semua para panitia yang sudah ikut mensukseskan acara tersebut. Dan alhamdulillah berkat dukungan dari para stakeholder yang ada di kecamatan, di antaranya dari unsur K3S, pengawas bina, PNFI, kemudian PGRI Cabang Kecamatan Nagrak, dan juga pengurus KKG PJOK, KKG Seni, KKG PAI, KKG guru kelas, FKKG Kecamatan Nagrak.Ucap Agus hapiturohman,S.pd.
Bahkan kegiatan FTBI tahun ini merupakan FTBI yang sangat meriah. Artinya kami langsung dipantau dan dimonev dari Kasi PML dari Kabupaten Sukabumi dan juga FKKG dari Kabupaten Sukabumi, yang mana beliau-beliau sangat berterima kasih, sangat bahagia, dan antusias sekali, kemudian sangat memberikan motivasi yang luar biasa atas terselenggaranya FTBI tingkat Kecamatan Nagrak ini, yang memang pada hari ini adalah kegiatan FTBI hari terakhir di Kecamatan Nagrak.
Lanjut Agus hapiturohman,S.pd.
Yang mana Bu Kasi mengatakan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya merupakan suatu hal yang memang harus sewajarnya untuk kita apresiasi bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu ini merupakan suatu bahasa, budaya yang ada di Tatar Sunda yang memiliki potensi luar biasa dari peserta didik dan juga bagi para pembimbingnya dari guru-guru untuk di mana bisa membuat peserta didik ini menjadi siswa yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap budaya Sunda yang memang notabene kita di Jawa Barat adalah budaya Sunda. Ucapnya.
Di mana FTBI ini merupakan festival yang diikuti berdasarkan 7 mata cabang lomba, di antaranya carpon, ngadongeng, borangan (ngabodor sorangan), terus ngawih atau pupuh. Untuk memberikan apresiasi, Bu Kasi mengatakan sudah sewajarnya ini dilaksanakan karena memang pada dasarnya budaya Sunda ini adalah budaya leluhur kita yang memang harus kita lestarikan.
Dan Bu Kasi juga mengatakan bahwa kegiatan FTBI ini yang khusus berada di Kecamatan Nagrak merupakan kegiatan terakhir yang luar biasa dan sangat-sangat bukan hanya menghibur, tetapi menjadikan sebagai ajang seni yang luar biasa, apalagi di ajang pembukaan tadi yang memang merupakan unsur dari siswa-siswi yang diikutsertakan yaitu gending, rampak gending atau rampak kendang yang dijadikan sebagai ajang pembukaan di FTBI tingkat Kecamatan Nagrak. Itu merupakan suatu budaya leluhur kita yang harus dilestarikan, dan hari ini dibuktikan di Kecamatan Nagrak bahwa budaya tersebut tidak pernah punah dan tetap dilestarikan.
Alhamdulillah juga berkat dukungan dari para inohong yang ada di Kecamatan Nagrak sekaligus dari Kabupaten Sukabumi, yang mana dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang diwakili oleh Bu Kasi PML merupakan suatu hal yang patut untuk kita apresiasi kata beliau, karena ini merupakan proses di mana FTBI yang luar biasa ini dilaksanakan.tabdasnya.
Dan alhamdulillah beliau sangat antusias sekali dan berterima kasih atas kolaborasi yang dilakukan atau dilaksanakan oleh para sesepuh atau para inohong yang ada di Kecamatan Nagrak, mendukung atas kerja bareng bersama rekan-rekan kelompok-kelompok daripada PGRI, kemudian K3S, pengawas, KKG PJOK, KKG Seni, KKG PAI, FKKG, guru yang ada di Kecamatan Nagrak. Itu merupakan suatu yang memang pada dasarnya kinerja atau apa namanya, kinerja yang luar biasa yang diperlihatkan atas kerja sama, kolaborasi menciptakan suatu keharmonisasian antara seni dengan tata krama, dengan budaya, dengan norma-norma yang berlaku berdasarkan aturan-aturan pemerintah yang memang harus diterapkan karena dalam budaya bahasa Sunda adalah adab yang memang harus dikedepankan.
Dan alhamdulillah ternyata kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari para pemangku kebijakan, terutama dari Bu Kasi PML Kabupaten Sukabumi. Dan kami juga sangat berterima kasih kepada rekan-rekan semua para panitia dan juga para inohong yang ada di Kecamatan Nagrak atas kerja bareng, kolaborasi yang menciptakan suatu hal yang positif dalam kegiatan FTBI ini. Ucap Agus hapiturohman,S.pd.
Dan kami juga atas nama panitia beserta PGRI dan jajaran, rengrengan, dan yang lainnya, semoga FTBI di tahun 2027 akan lebih meriah dan lebih antusias lagi pesertanya. Alhamdulillah FTBI tingkat Kecamatan Nagrak diikuti oleh 37 sekolah yang mana notabenenya berdasarkan 7 mata cabang lomba yang diikuti, alhamdulillah selesai dari pagi sampai jam 15 selesai tadi sore.
Dan alhamdulillah mudah-mudahan kegiatan FTBI tahun ini kita bisa terus mensukseskan FTBI di tingkat kabupaten dengan mendapatkan juara untuk lanjut ke tingkat provinsi. Itu mungkin yang bisa saya sampaikan. Intinya saya mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran yang ada di Kecamatan Nagrak dan jajaran-jajaran para pemangku kebijakan serta para pejabat yang ada di Kabupaten Sukabumi atas terselenggaranya FTBI tingkat Kecamatan Nagrak tahun 2026 ini merupakan suatu hal yang positif dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa.
Terima kasih atas segala perhatian dan kerja samanya. Semoga kelak kita menjadi manusia yang selalu bisa bermanfaat untuk nusa, bangsa, dan agama, terutama untuk peserta didik kita yang memang notabenenya harus kita jadikan sebagai siswa-siswi yang berprestasi di dalam bidang seni, terutama di budaya Sunda kita ini. Terima kasih." Tutup Agus hapiturohman,S.pd.
Reporter : Aconk kupluk
Posting Komentar